Laman

Jumat, 04 Oktober 2013

Ringkasan Presentasi Teman (minggu ke 4)

Kesetimbangan Kimia

Kesetimbangan kelarutan terkait dengan peristiwa pelarutan sebuah zat. Misalnya kita melarutkan garam ke dalam sebuah gelas yang berisi air, pertama kita tambah 1 gram garam, dimasukan dan diaduk dan garam larut. Jika kita tambahkan terus menerus, garam tidak larut lagi dan kita katakan larutan lewat jenuh.
Berkaitan dengan kelarutan terdapat tiga keadaan yang dapat kita temui yaitu Larutan tidak jenuh, larutan tepat jenuh dan larutan lewat jenuh.
Pada saat pertama zat padat yang kita tambahkan ke dalam pelarut akan mudah larut.
Larutan tepat jenuh adalah keadaan kesetimbangan dimana jika terjadi penambahan zat terlarut maka terjadi pengendapan, demikian pula jika kita tambahkan sedikit saja pelarut maka zat-zat dengan mudah melarut. Pada keadaan ketiga terjadi pengendapan atau zat tidak larut jika kita tambahkan. Ketiga kondisi ini disederhanakan pada Gambar 9.13.
gambar 9.13
Gambar 9.13. Keadaan dalam proses pelarutan zat
Keadaan ini dapat kita tuliskan, misalnya larutan garam dalam air akan terionisasi,
LA ⇄ L+ + A-
Dalam keadaan kesetimbangan berlaku,
artikel 30
Ksp (Hasil kali kelarutan) adalah hasil kali konsentrasi ion-ion dalam larutan tepat jenuh dan tiap konsentrasinya dipangkatkan dengan koofisien reaksinya. Variable [L+] dan [A-] adalah konsentrasi ion dalam adalah mol/L

Ringkasan Presentasi Teman (minggu ke 3)

Termodinamika 

Termodinamika (bahasa Yunani: thermos = ‘panas’ and dynamic = ‘perubahan’) adalah fisika energi, panas, kerja, entropi dan kespontanan proses. Termodinamika berhubungan dekat dengan mekanika statistik di mana banyak hubungan termodinamika berasal.
Pada sistem di mana terjadi proses perubahan wujud atau pertukaran energi, termodinamika klasik tidak berhubungan dengan kinetika reaksi (kecepatan suatu proses reaksi berlangsung). Karena alasan ini, penggunaan istilah “termodinamika” biasanya merujuk pada termodinamika setimbang. Dengan hubungan ini, konsep utama dalam termodinamika adalah proses kuasistatik, yang diidealkan, proses “super pelan”. Proses termodinamika bergantung-waktu dipelajari dalam termodinamika tak-seimbang.
Karena termodinamika tidak berhubungan dengan konsep waktu, telah diusulkan bahwa termodinamika setimbang seharusnya dinamakan termostatik. Hukum termodinamika kebenarannya sangat umum, dan hukum-hukum ini tidak bergantung kepada rincian dari interaksi atau sistem yang diteliti. Ini berarti mereka dapat diterapkan ke sistem di mana seseorang tidak tahu apa pun kecual perimbangan transfer energi dan wujud di antara mereka dan lingkungan. Contohnya termasuk perkiraan Einstein tentang emisi spontan dalam abad ke-20 dan riset sekarang ini tentang termodinamika benda hitam.


Kita bisa menerapkan hukum pertama termodinamika pada manusia agar dapat bertahan hidup.Setiap mahluk hidup,baik manusia,hewan atau tumbuhan tentu saja membutuhkan energi.Kita tidak bisa belajar,jalan-jalan,jika kita tidak berdaya karena kekurangan energi.
Entropi dan Hukum-hukum termodinamika kedua. 
Hukum termodinamika kedua menyatakan bahwa kondisi-kondisi alam selalu mengarah kepada ketidak aturan atau hilangnya informasi.Hukum ini juga dikenalsebagai “Hukum Entropi”.Entropi adalah selang ketidakteraturan dalam suatu sistem.Entropi sistem meningkat ketika suatu keadaan yang teratur,tersususn dan terencana menjadi lebih tidak teratur,tersebar dan tidak terencana.Semakin tidak teratur,semakin tinggi pula entropinya.Hukum entropi menyatakan bahwa seluruh alam semesta bergerak menuju keadaan yang semakin tidak teratur,tidak terencana,dan tidak terorganisir.
Hukum ini disempurnakan pada tahun 1877 oleh Ludwig Boitzmann.Dalam versinya,entropi nampak sebagai fungsi peluang darisatu keadaan,semakin tinggi peluang suatu keadaan,semakin tinggi pula entropinya.Dalam versi ini,semua sistem cenderung menuju satu keadaan setimbang.Dengan demikia,ketika suatu benda panas ditempatkan berdampingan dengan sebuah benda dingin,energi akan mengalir dari yang panas ke yang dingin,sampai mereka mencapai keadaan setimbang,yaitu memiliki suhu yang sama.
 

Konsep ini diperkenalkan oleh Rudolf Clausius pada abad ke 19,seorang fisikawan dan matematikawan jerman,untuk mengukurpelepasan energi menjadi anas danfriksi.Clausius mendefinisikan entropi yang muncul dalam proses termal sebagai energi yang dihamburkan dan dipisahkan oleh temperatur pada saat proses berlansung.
Seorang fisikawan Australia Ludwig Boltzmann pada awal abad ke-20 memberi arti baru pada konsep entropi dan menetapkan hubungan antara entropi dan keteraturan molekular.Konsep keteraturan yang diperkenalkan oleh Boltzmann adalah konsep termodinamika ,dimana molekul-molekul berada dalam gerak yang konstan. Definisi keteraturan di dalam termodinamika berbeda sekali dengan pengertian-pengertian kaku mengenai keteraturan dan kesetimbangan dalam mekanika Newtonian.
Ilmu termodinamika adalah ilmu yang mempelajari hubungan panas dengan kerja.

Dua karakteristiknya untuk pemahaman dasar keteknikan.Jadi jelas pengetahuan dasar termodinamika sangat penting,karena dipakai untuk menganalisis kondisi operasi berbagai alat atau mesin yang berhubungan dengan panas dan kerja.



Sistem termodinamika 
Untuk menganalisis mesin-mesin panas atau mesin-mesin fluida,mesin-mesin tersebut disebut dengan benda kerja. Fluida atau zat alir yang dipakai pada benda kerja disebut dengan fluida kerja.Sebagai contoh untuk pompa sebagai benda kerja, fluida kerjanya adalah zat cair (air,oli),sedangkan kompresor,fluida kerjanya adalah udara Untuk membedakan benda kerja dengan lingkungan sekitarnya,benda kerja sering disebut dengan sistem,yaitu setiap bagian tertentu yang volume dan batasnya tidak perlu tetap dimana perpindahan dan konversi energi atau massa akan dianalisis.
Adapun istilah-istilah yangsering disebut adalah sebagai berikut:



Batas sistem adalah garis imajiner yang membatasi sistem dengan Lingkungannya



Sistem tertutup yaitu apabila sistem dan lingkungannya tidak terjadi pertukaran energi atau massa, dengan kata lain energi atau massa tidak melewati batas-batas sistem.



Sistem terbuka yaitu apabila energi dan massa dapat melintasi atau melewati batas-batas sistem.Sistem dengan lingkungannya ada interaksi
- See more at: http://www.teknikmesin.net/2012/02/pengertian-dan-sistem-termodinamika.html#sthash.lbzx5z1n.dpuf

Ringkasan Presentasi Teman (minggu ke 2)

Stokiometri

Stoikiometri berasal dari bahasa Yunani, yaitu dari kata stoicheion yang berarti unsur dan metron yang berarti mengukur.  Stoikiometri membahas tentang hubungan massa antarunsur dalam suatu senyawa (stoikiometri senyawa) dan antarzat dalam suatu reaksi (stoikiometri reaksi). Pengukuran massa dalam reaksi kimia dimulai oleh Antoine Laurent Lavoisier (1743 – 1794) yang menemukan bahwa pada reaksi kimia tidak terjadi perubahan massa (hukum kekekalan massa). Selanjutnya  Joseph Louis Proust (1754 – 1826) menemukan bahwa unsur-unsur membentuk senyawa dalam perbandingan tertentu (hukum perbandingan tetap). Selanjutnya dalam rangka menyusun teori atomnya, John Dalton menemukan hukum dasar kimia yang ketiga, yang disebut hukum kelipatan perbandingan. Ketiga hukum tersebut merupakan dasar dari teori kimia yang pertama, yaitu teori atom yang dikemukakan oleh John Dalton sekitar tahun 1803. Menurut Dalton, setiap materi terdiri atas atom, unsur terdiri atas atom sejenis, sedangkan senyawa terdiri dari atom-atom yang berbeda dalam perbandingan tertentu. Namun demikian, Dalton belum dapat menentukan perbandingan atom – atom dalam senyawa (rumus kimia zat). Penetapan rumus kimia zat dapat dilakukan berkat penemuan Gay Lussac dan Avogadro. Setelah rumus kimia senyawa dapat ditentukan, maka perbandingan massa antaratom (Ar) maupun antarmolekul (Mr) dapat ditentukan. Pengetahuan tentang massa atom relatif dan rumus kimia senyawa merupakan dasar dari perhitungan kimia.


Tata Nama Senyawa Sederhana
Setiap senyawa perlu mempunyai nama spesifik. Seperti halnya penamaan unsur, pada mulanya penamaan senyawa didasarkan pada berbagai hal, seperti nama tempat, nama orang, atau sifat tertentu dari senyawa yang bersangkutan.
Sebagai contoh:
a. Garam glauber, yaitu natrium sulfat (Na2SO4) yang ditemukan oleh J. R. Glauber.
b. Salmiak atau amonium klorida (NH4Cl),yaitu suatu garam yang awal mulanya diperoleh dari kotoran sapi di dekat kuil untuk dewa Jupiter Amon di Mesir.
c. Soda pencuci, yaitu natrium karbonat(Na2CO3) yang digunakan untuk melunakkan air (membersihkan air dariion Ca2+ dan ion Mg2+).
d. Garam NaHCO3 (natrium bikarbonat) digunakan untuk pengembang dalampembuatan kue.
Dewasa ini jutaan senyawa telah dikenal dan tiap tahun ditemukan ribuan senyawa baru, sehingga diperlukan cara (sistem) untuk pemberian nama. Oleh karena mustahil bagi kita untuk menghapalkan jutaan nama dan setiap nama berdiri sendiri, tanpa kaitan antara yang satu dengan yang lainnya. Dalam sistem penamaan yang digunakan sekarang, nama senyawa didasarkan pada rumus kimianya. Kita akan membahas cara penamaan senyawa yang terdiri dari dua dan tiga jenis unsur.

Ringkasan Presentasi Teman (minggu 1)

Ruang Lingkup dan Perkembangan Ilmu Kimia

  1. Ilmu Kimia ialah ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang materi meliputi susunan, struktur, sifat dan perubahan materi, serta energi yang menyertainya.
  2. Materi adalah segala sesuatu yang menempati ruang dan mempunyai massa.
  3. Perubahan yang terjadi pada materi yaitu perubahan fisika dan perubahan kimia.
  4. Perubahan fisika yaitu perubahan yang tidak menghasilkan materi baru, yang berubah  bentuk dan wujud materi, sedangkan perubahan kimia yaitu perubahan yang menghasilkan materi baru.
  5. Materi dapat diklasifikasikan menjadi dua bagian yaitu zat tunggal dan campuran.
  6. Zat tunggal dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu unsur dan senyawa.
  7. Unsur zat yang tidak dapat diuraikan menjadi zat lain yang lebih sederhana.
  8. Senyawa didefinisikan sebagai zat yang dibentuk dari berbagai jenis unsur yang saling terikat secara kimia dan memiliki komposisi yang tetap.
  9. Di alam terdapat dua macam senyawa yaitu senyawa organik dan senyawa anorganik.
10. Ilmu kimia berperan dalam peningkatan kesejahteraan manusia dan perkembangan lain, misalnya dalam pemenuhan kebutuhan lain, misalnya dalam pemenuhan kebutuhan rumah tangga, kemajuan ilmu kedokteran, peningkatan produktivitas pertanian, kemajuan teknologi, transportasi, penegakan hukum, kelestarian lingkungan dan kemajuan fotografi dan seni.

Materi dan Perubahannya

A. Sifat Materi

Sifat materi ada dua yaitu sifat ekstensif dan intensif

1. Sifat Ekstensif :
Adalah sifat yang ditentukan oleh bentuk, ukuran dan jumlah zat. Contoh : massa dan volume
2. Sifat Intensif
Adalah sifat yang tidak ditentukan oleh bentuk, ukuran dan jumlah zat, contohnya titik didih, kerapatan, warna, massa jenis.

Sifat intensif dapat dibedakan menjadi : Sifat fisika ( Sifat yangtidak pberhubungann dengan pembentukan zat baru) dan sifat kimia ( sifat yang berhubungan dengan pembentukan zat baru). 


B. Perubahan Materi

Perubahan materi dibedakan menjadi perubahan fisika dan perubahan kimia.

1. Perubahan fisika adalah perubahan yang bersifat sementara dan tidak menghasilkan zat baru, Contoh : mencair, menguap, membeku, dll.
2. Perubahan Kimia yaitu perubahan yang bersifat permanen/ tetap dan menghasilkan zat baru. Contohnya : proses pembakaran, fotosintesis, pencernaan makanan, besi berkarat, pembusukkan, peragian/ fermentasi. 

C. Perubahan Kimia

Perubahan Kimia sering disebut reaksi kimia. Zat semula yang mengalami perubahan disebut reaktan, dan xat baru yang terbentuk dari perubahan kimia disebut produk.

Ciri berlangsungnya perubahan kimia antara lain :

1. Pembentukan gas
2. Perubahan endapan
3. Perubahan warna
4. Perubahan suhu

Didalam perubahan suhu terdapat istilah reaksi eksoterm dan reaksi endoterm. Reaksi eksoterm adalah reaksi yang menghasilkan kalor, sementara reaksi endoterm adalah reaksi yang membutuhkan kalor.

Salah satu jenis reaksi kimia adalah reaksi oksidasi. Reaksi oksidasi adalah reaksi suatu zat dengan gas oksigen. Reaksi oksidasi yang berlangsung cepat sehingga menimbulkan panas dan cahaya disebut reaksi pembakaran.

Contoh reaksi oksidasi antara lain :

1. Perkaratan
2. Pembakaran
D. Pemisahan Materi

1. Unsur
Adalah zat tunggal yang tidak dapat diuraikan lagi menjadi zat yang lebih sederhana

Macam unsur :

a. unsur logam (ciri : keras, dapat ditempa, mengkilap, konduktor )
b. unsur metaloid ( perpaduan antara sifat logam dan nonlogam )
c. unsur nonlogam ( ciri : lunak. tidak dapt ditempa, tidak mengkilap, isolator)

2. Senyawa
Adalah gabungan beberapa unsur melalui reaksi kimia.

Sifat senyawa :
a. Terdiri dari satu zat tunggal
b. Dibuat melalui reaksi kimia
c. Dipisahkan melalui reaksi kimia
d. Perbandingan masa unsurnya tetap tetap
e. Sifatnya berbeda dengan sifat unsur penyusunnya
f. Sifat unsurnya tak nampak

3. Campuran
Adalah gabungan beberapa zat tanpa melalui reaksi kimia

Sifat campuran :

a. Terdiri dari dua atau lebih zat tunggal
b. Dibuat melalui reaksi fisika
c. Dipisahkan melalui reaksi fisika
d. Sifat campuran sama dengan sifat zat penyusunnya
e. Perbandingan masa unsurnya berbeda
f. Sifat penyusunnya nampak

Campuran dapat dibagi menjadi : campuran homogen (larutan) dan campuran heterogen. Campuran heterogen dapat dibagi lagi lagi menjadi koloid dan suspensi. Koloid memiliki ukuran partikel dari 1nm - 100nm, sementara suspensi memiliki ukuran partikel >100nm.

E. Pemisahan Campuran

Campuran dapat dipisahkan ke dalam zat-zat penyusunnya dengan cara :

1. Penyaringan / filtrasi
Adalah pemisahan campuran zat padat dan zat cair dengan menggunakan filter
2. Kristalisasi
Adalah pemisahan campuran dengan cara menguapkan zat cairnya
3.Sublimasi
adalah pemisahan campuran dengan cara penyubliman. Cara pemisahan ini hanya dapat diberlakukan untuk zat yang dapat menyublim
4. Penyulingan/ destilasi
Adalah pemisahan komponen campuran berdasarkan titik didih.
5. Kromatografi
Adalah pemisahan campuran zat tinta berdasarkan kecepatan perembesan (pemisahan dengan cara ini diperlukan tabung kromatografi)

F. Rumus Kadar dalam Campuran

1. Persamaan massa
          %massa = massa zat terlarut / umassa larutan * 100%
2. Persen volume
          %volume = volume terlarut / volume larutan *100%
3. Bpj / ppm
          Bpj = massa zat terlarut / masssa larutan *1000.000

Rumus dan Persamaan Kimia

Persamaan reaksi merupakan cara untuk menggambarkan suatu reaksi kimia yang terdiri dari pereaksi (reaktan) dan hasil reaksi (produk reaksi). Persamaan reaksi harus mengikuti hukum perbandingan massa yaitu massa zat sebelum bereaksi dengan hasil reaksi harus sama. Untuk memenuhi hukum kekekalan massa, maka jumlah atom sebelum dan sesudah reaksi haruslah sama.
Persamaan reaksi kimia secara umum dapat dituliskan sebagai berikut:
a Ax + b By --> c Cz
 
Beberapa komponen yang harus diketahui dalam mempelajari persamaan reaksi kimia adalah sebagai berikut:
A, B, dan C adalah zat-zat pereaksi (A dan B) dan hasil reaksi (C)
x, y, dan z adalah indeks (jumlah atom zat)
a, b, dan c adalah koefisien reaksi
+ artinya bereaksi
Tanda --> artinya menghasilkan

Perhatikan dua reaksi pembentukan H2O berikut:
Reaksi 1: H2 + O2 --> H2O
Reaksi 2: 2 H2 + O2 --> 2 H2O
Di mana letak perbedaan reaksi di atas? Pada reaksi pertama jumlah atom O sebelum reaksi dan sesudah reaksi berbeda (tidak memenuhi hukum perbandingan massa), sedangkan pada reaksi 2 jumlah atom H dan O sebelum dan sesudah reaksi adalah sama (memenuhi hukum perbandingan massa). Reaksi 1 kita kenal sebagai reaksi belum setara, sedangkan reaksi 2 kita kenal sebagai reaksi sudah setara.
Secara umum, langkah-langkah dalam menyetarakan persamaan reaksi kimia adalah sebagai berikut:
  1. Tuliskan persamaan reaksi yang belum setara
  2. Tentukan jumlah atom-atom di ruas kiri dan kanan panah
  3. Setarakan jumlah atom setiap unsure atau senyawa di ruas kiri dan kanan
  4. Periksa kembali jumlah atom di ruas kiri dan kanan
  5. Berikan wujud zat/materinya (padat, cair, gas, maupun larutan). 

Reaksi- Reaksi Kimia

Reaksi kimia adalah proses perubahan kimia antara zat-zat pereaksi (reaktan) yang berubah menjadi zat-zat hasil reaksi (produk). Pada reaksi kimia, suatu zat berubah menjadi satu atau lebih zat lain, yang jenisnya baru.

Ketika anda mempelajari tentang unsur anda tentu sudah tahu terlebih dulu tentang lambang-lambang kimia sebuah unsur. Nah, untuk memudahkan mempelajari materi reaksi kimia terlebih dahulu harus memahami bagaimana penulisan reaksi kimia.

Contoh : Untuk menuliskan reaksi kimia yang terjadi ketika bongkahan batu kapur yang dimasukkan ke dalam air dan kemudian air menjadi panas. 
Hasil dari proses reaksi kimia tersebut adalah Ca(OH) atau kalsium hidroksida sukar larut dalam air dan apabila didiamkan maka akan tampak endapan/padatan putih di dasar bejana.
Koefisien Reaksi

Dalam menuliskan suatu reaksi kimia kita juga harus memperhatikan jumlah angka di sebelah kiri pereaksi (reaktan) dan hasil reaksi (produk). Angka tersebut disebut koefisien  yang menunjukkan jumlah masing-masing atom yang berperan dalam reaksi.  Massa zat sebelum dan sesudah reaksi juga tidak berubah selama reaksi kimia berlangsung.

Ikatan pada Logam

Termokimia

Penentuan Rumus Berdasarkan Data Percobaan